Mutiara itu bernama Programmer Java

programmer javaMelihat judul artikel ini mungkin bapak/ibu bertanya-tanya, apa hubungannya antara mutiara dengan Programmer Java? Bukannya dua hal tersebut sesuatu yang berbeda?. Kami memahami kenapa bapak/ibu bertanya tentang hal tersebut.

Kami menamakan seorang programmer java itu adalah mutiara, mutiara yang berharga mahal, tidak semua orang punya, dan jumlahnya sedikit. Melihat sumber asalnya mutiara ini sangat sedikit peminatnya dan hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki passion di Programming, sehingga sangat wajar jika mutiara ini diperebutkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Pertanyaannya kenapa ada peluang besar menjadi mutiara tapi tidak banyak orang yang tertarik untuk bergabung? Apa mereka belum tahu atau memang tidak mau pusing untuk menjadi mutiara?

Dengan meningkatnya jumlah pengguna android dan smartphone perusahaan-perusahaan jasa mulai melirik peluang pasar android dan smartphone. Mereka beramai-ramai membuat aplikasi baik web maupun Sistem informasi yang ditanam di android dan smartphone. Namun sayang ketika mereka beramai-ramai membuat aplikasi tersebut, SDM yang menguasai pembuatan aplikasi tersebut sangat langka sehingga seperti mencari mutiara di tengah lauatan.

Sebetulnya ini menjadi peluang besar buat penyelenggara pendidikan terutama sekolah menengah kejuruan dan Perguruan Tinggi jurusan IT, sekaligus menjadi tantangan apakah mereka bisa menelorkan SDM IT yang handal dan mampu menjadi mutiara. Sudah saatnya para penyelenggara pendidikan mengambil peranan sebagai inkubator penghasil SDM-SDM IT yang handal dan Profesional. Kelangkaan Programmer Java menjadi PR besar buat penyelenggara pendidikan agar terus berinovasi dan berkreasi untuk melahirkan programmer java yang benar-benar siap kerja.

Kerjasama antara penyelenggara pendidikan formal dan non formal menjadi suatu keharusan yang harus dilakukan dalam rangka menghasilkan mutiara yang KW1. Tentu kerjasama yang apik antara penyelenggara pendidikan formal dan non formal ini harus di motori dan dibiayai oleh pemerintah. Mereka harus fokus saja pada pembinaan dan pembentukan mutiara. Menghadapi pasar bebas yang sebentar lagi berlaku, mau tidak mau suka atau tidak suka kita harus siap berkompetisi dengan SDM dari negara-negara tetangga kita di ASEAN. Jika hal ini tidak dipersiapkan maka kita akan lebih banyak menjadi penonton dari pada menjadi pemain.

Model penyiapan dan pematangan lulusan agar benar-benar siap kerja mutlak harus dilakukan. Contoh Perguruan tinggi yang sudah melakukannya dalah STT Terpadu Nurul Fikri melalui CDC STT-NF dengan Program Link Match. Program Link Match adalah suatu program penyiapan tenaga IT yang benar-benar siap bekerja. Mereka yang sudah lulus baik dari SMK maupun perguruan tinggi berpeluang mengikuti program Link Match. Konsep yang diterapkan adalah mereka yang lolos seleksi akan di beri pelatihan IT terlebih dahulu selama kurang lebih satu bulan. Baru setelah selesai pelatihan meraka akan memasuki magang kerja selama tiga bulan kemudian setelah itu mereka berpeluang diterima kerja.

Saat ini CDC STT-NF dengan Program Link Match sedang membuka pendaftaran calon peserta Program Link Match Angkatan ke-4 dengan materi Java Programming. Pembukaan program ini sudah berjalan selama kurang lebih satu bulan namun lagi-lagi mutiara yang di cari tidak banyak ditemukan. Mutiara ini masih tersembunyi atau memang sudah sangat langka sehingga susah untuk mendapatkannya. Jadi kami bisa merasakan betul apa yang dirasakan oleh beberapa perusahaan yang begitu susahnya mencari mutiara berupa Programmer Java. Kami saja yang mencari peserta yang mau dan siap dididik menjadi Programer java saja begitu sulit kami rasakan apalagi perusahaan yang mencari mutiara Programmer Java setengah jadi. Jadi siapa mutiara yang banya dicari orang itu? Mutiara itu bernama Programmer Java

Berkaca pada pengalaman ini dimana mencari peserta yang mau dan siap diajar java mengalami kesulitan dibanding mencari peserta yang mau dan siap diajar Web Programming maka kerjasama yang apik antara perguruan tinggi dan SMK sebagai penghasil lulusan bidang IT mutlak harus dilakukan. Kerjasama kedua belah pihak ini sama-sama menguntungkan karena pihak sekolah atau perguruan tinggi akan menjadi promosi tersendiri dengan banyaknya lulusan yang bisa diterima kerja.

Kami mengajak perguruan tinggi atau sekolah, hayooo kita telorkan SDM-SDM IT yang handal dan berkarakter. Kami dari CDC STT-NF siap bekerjasama dengan siapapun baik itu perguruan tinggi maupun sekolah. Kami menerima dengan tangan terbuka jika ada sekolah atau perguruan tinggi yang mau bekerjasama dengan kami CDC STT-NF. Mari kita kader programer-programer yang mumpuni dan berkarakter, agar SDM IT bangsa kita sudah siap bersaing dengan SDM-SDM IT dari negara anggota ASEAN. Semoga langkah dan usaha kita semua menjadi amal kebaikan kita semua guna menjadi bekal akhirat nanti, Salam Inovasi dan Perubahan

Advertisements

Leave a comment

Filed under berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s